Hadith Encyclopedia



بحث عن

Monday, October 19, 2009

DOA DAN ZIKIR AGAR DIKURNIAKAN ZURIAT


Berikut doa-doa yang datang daripada ayat-ayat al-Quran:


رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

“Wahai Tuhanku, kurniakanlah kepadaku dari sisiMu zuriat yang baik. Sesungguhnya Engkau mendengar semua doa.”
[Ali ‘Imran : 38]

رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (tanpa pewaris) dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik”
[al-Anbiya: 89]

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”
[as-Saffat : 100]

Adapun doa dan zikir daripada sunnah:·

Doa nabi Yunus (alayhi as-salam) ketika beliau berada di dalam perut ikan, yang mana nabi telah bersabda bahawa sesiapa yang berdoa dengannya nescaya dikabulkan doanya oleh Allah:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنْ الظَّالِمِينَ

Tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku tergolong di kalangan orang-orang yang zalim.”
[Tirmizi, an-Nasa’I – Sahih]

Perbanyakkan beristighfar (memohon ampun):

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10 – 12]

Syarat dan Adab Berdoa:

§ Ikhlas - Niatkanlah anak yang soleh. Tiada perantaraan antara kita dengan Allah! Jangan diseru wali-wali, atau melalui bomoh. Firman Allah: ”Dan apabila hambaKu bertanya mengenaiKu, (terus Allah menjawab) Aku dekat, Aku menjawab permintaan orang yang meminta apabila dia berdoa kepadaKu.” [al-Baqarah: 186]

§ Mencari waktu-waktu mulia/maqbul - seperti hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum'at, sepertiga akhir malam, waktu sujud, ketika berpuasa, musafir, waktu sakit, ketika minum air zam-zam dan sebagainya.

§ Menghadap kiblat - seperti yang dilakukan oleh Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam dalam doa istisqa' (minta hujan) yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

§ Mengangkat kedua tangan - Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Sesungguhnya Rabbmu itu Mahapemalu dan Mahamulia, malu dari hambaNya jika ia mengangkat kedua tangannya (memohon) kepadaNya kemudian menariknya kembali dalam keadaan hampa kedua tangan-nya."
(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar dan Al-Albani).

§ Memulai dengan tahmid (pujian bagi Allah) dan salawat - Sabda baginda: "Jika salah seorang di antara kamu berdoa, hendaknya memulai dengan memuji dan menyanjung Tuhannya, dan bersalawat kepada Nabi, kemudian berdoa apa yang dia kehendaki."
(HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i dan Ahmad, di-shahih-kan oleh Al-Albani).

§ Dengan suara samar, tidak keras, merendahkan diri di hadapanNya dengan bersungguh-sungguh - Allah berfirman: "Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya." (Al-Isra': 105).

§ Tidak tergesa-gesa - Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Akan dikabulkan bagi seseorang di antara kamu selagi tidak tergesa-gesa, iaitu dengan berkata, 'Saya telah berdoa tetapi tidak dikabulkan'."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

§ Yakin akan dikabulkan doanya dan memahami serta menghayati sebenar-benarnya dalam berdoa - Rasulullah salallahu'alahi wassalam bersabda: "Mohonlah kepada Allah sedang kamu sangat yakin untuk dikabulkan, dan ketahuilah bahawa Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan bermain-main."
(HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Mundziri dan Al-Albani).

§ Makan dan minum serta pakaian orang yang berdoa harus halal dan bersih - Sabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam: "Ada seseorang yang sudah lama dalam safar (perjalanan) dengan rambut kusut dan (tubuh) penuh debu, ia mengangkat kedua tangannya ke langit dan berkata, 'Ya Rabb, ya Rabb...', sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan yang haram, bagaimana mungkin (doanya) dikabulkan?"
(HR. Ahmad, Muslim dan At-Tirmidzi).

§ Berikhtiar demi terkabulnya doa dan menjauhi sebab-sebab tertolaknya - Seperti cari ubat bagi menyuburkan suami isteri, dan tidak berbuat maksiat, meninggalkan kewajiban-kewajiban syariat, terutama amar ma'ruf nahi mungkar. Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Hendaknya kalian memerintahkan yang ma'ruf dan melarang yang mungkar, atau Allah akan mengirimkan seksaNya kepada kamu, lalu kamu berdoa kepadaNya, tetapi tidak dikabulkan."
(HR. At-Tirmidzi dan dihasankannya).

No comments:

Post a Comment